VISI PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) mampu dan siap menyediakan pelayanan kepalangmerahan dengan cepat dan tepat dengan berpegang teguh pada Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional


Jumat, 07 Oktober 2011

Program PERTAMA/ICBRR

PMI Kabupaten Tanah Datar Mendapat Dukungan dari Palang Merah Kanada (Cannadian Red Cross) melalui koordinasi dengan PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Pusat menjalankan Program PERTAMA (Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat) ICBRR (Integrated Community Based Risk Reduction) sampai Maret 2014.
kegiatan ini dipusatkan di Jorong Gantiang Nagari Gunuang Rajo dan Jorong II Koto Nagari Malalo Kabupaten Tanah Datar.
PMI akan bermitra dengan masyarakat untuk meminimalisir akibat dari bencana, penyadaran resiko bahaya, kerentanan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
Dengan prioritas daerah Target :

KRITERIA DESA PRIORITAS
SEBAGAI DESA PROGRAM PERTAMA / ICBRR DI SUMATERA BARAT
Kabupaten Tanah Datar



No
Jorong Gantiang, Nagari Gunuang Rajo
Kriteria
Kondisi
1


2.




















3.


4.

























5.










6.

7.


















Kondisi Geografis


Infrastruktur




















Mata Pencaharian



Kesiapsiagaan  Bencana


















Sumber air dan sanitasi lingkungan









Populasi

Status Kesehatan















1.1.   Kondisi geografis jorong gantiang nagari gunuang rajo berbentuk pegunungan
2.1.   Jalan menuju kepemukiman masyarakat ,serta sarana dan prasarana masyarakat jorong gantiang tidak ber aspal
2.2.   Ada jembatan yang menghubungkan ke masyarakat di jorong gantiang terdapat dua buah jembatan yang terbuat dari gorong gorong
2.3.   Akses atau transportasi yang dapat kita pergunakan  untuk menuju ke jorong Gantiang yakni dengan menggunakan   transportasi darat seperti motor dam mobil sekitar 1 Kg.
2.4.   Dijorong Gantiang belum semua warganya mempunyi pasokan listrik,dan sebagian warganya memakai lampu dinding atau lampu patrok sebagai sumber penerangan.
2.5.   Secara umun rumah warga di jorong Gantiang material nya terdiri dari kayu ,setelah  gempa 2004 dan 2007 yang dahulunya materil rumah warga umum nya dari semen
3.1. Pada umum nya jenis pekerja an dan mata pencaharian penduduk jorong Gantiang betani,pedagang,dan pegawai negri 
4.1.  Dijorong Gantiang belum ada lembaga khusus yang mengurus masalah bencana
4.2.   Jenis bencana yang sering terjadi dijorong gantiang yakni gempa bumi, tanah longsong, hujan deras, angin ribut dan kemarau panjang
4.3.   Belum adanya kesiapan jorong gantiang dalm menghadapi kejadian bencana baik itu kesiapan peralan dan SDM maupun materi
4.4.   Tidak adanya sistem peringatan dini di jorong tersebut
4.5.   Adanya dukungan dari pemerintah, yaitu dengan adanya sosialisasi kepada pemerintah nagari, jorong dan masyarakat
4.6.   Terakhir gempa yang terjadi diwilayah jorong gantiang yakni pada tanggal 26 Maret 2007, dan kemudian disusul dengan kejadian hujan Es pada tanggal 6 April dalam tahun yang sama dan bencana terakhir terjadi hujan deras pada tanggal 13 Maret 2008 yang mana korban pada waktu itu :
Rumah, infrastruktur umum, irigasi, sawah, kebun dan kolam
5.1.    Sumber air masyarakat Jorong Gantiang Nagari Gunuan Rajo ini bersal dari mata air dan air sumur yakni dari Ciluncuang, Cawan cawan,dan Air tiris , Dan kwalitas air nya bersih
5.2.    Tidak semua rumah tangga di jorong Gantiang mempunyai persediaan air bersih sendiri
5.3.    Di Jorong ini tidak semua warganya memiliki fasilitas WC/MCK sendiri, dan sebagian warga yang tidak mempunyai WC/MCK tersebut memanfa atkan WC umum,lobang dan sepanjang aliran sungai.dan ada sekitar 20 Kepala Keluarga yang secara bergantiang memakainya
6.1.  Jumlah Penduduk 825 jiwa KK : 175 Pria : 381 Orang
        Wanita 443 Orang
  7.1. Kasus penyakit yang pernah terjadi dijorong gantiang adalah :
          - Ispa
          - Diare
          - Rematik
          - Hypertensi
         - Grastritis
         - Scabies
         - Asma
         - Diabetes
         - Cikungunya
         - Sakit gigi
  7.2. Penyebab kematian yang pernah ada dijorong gantiang :
         - Stroke
         - Diare
         - Hypertensi
         - Jantung
         - Paru - Paru

No
Kelurahan Guguak Malalo Desa Duo Koto
Kriteria
Kondisi
1.

2.








3.
4.















5.








6.

7.
Kondisi Geografis

Infrastruktur








Mata Pencaharian
Kesiapsiagaan bencana














Sumber air dan sanitasi lingkungan







Populasi

Status kesehatan
1.1.       Kondisi geografis dikelilingi oleh perbukitan dan di lereng pegunungan
 2.1.  Kondisi jalan ada sebagian yang beraspal dan ada juga yang tidak beraspal
 2.2.  Dan adanya jembatan yang menghubungkan ke masyarakat
         yang terbuat dari beton
 2.3.  Transportasi menuju desa dan kelurahan adalah kendaraan
         roda empat dan kendaraan roda dua
 2.4.  Dan sudah adanya pasokan listik di desa tersebut
 2.5.  Secara umum bahan material rumah penduduk terbuat dari
         kayu batu dan semen
 3.1.  Mata pencaharian penduduk ini mayoritas bertani
 4.1.  Belum adanya struktur desa yang mengurus masalah
         bencana di desanya  
 4.2.  Belum adanya pelatihan khusus di desa tersebut untuk
         kesiapsiagaan bencana
 4.3.  Jenis bencana yang sering terjadi didesa ini adalah
         Gempa, bumi longsor dan banjir bandang
 4.4.   Kemampuan desa dalam menanggapi bencana yaitu
         dengan kearifan lokal tersebut
 4.5.  Adanya sistem peringatan dini didesa ini, berupa tabuh
        yang ada di mesjid, serta pentungan ronda yang ada
        dimasyarakat
4.6   Adanya dikungan kuhusus dari Pemda Tingkat I dan II serta
  kecamatan untuk kegiatan kesiapsiagaan bencana
4.7.  Desa ini pernah terjadi bencana alam berupa Galodo (Banjir bandang) pada tahun 2000 yang memakan korban sebanyak 11 orang
 5.1. Didesa ini sudah memiliki air bersih dan sumber mata air
        tersebut berasal dari pegunungan
 5.2. Jarak antara sumber air dan bak penampungan air desa
        lebih kurang 3 Km
5.3   Dan air tersebut layak dikonsumsi oleh masyarakat sekita
5.4  Air bersih yang digunakan biasanya untuk keperluan mandi
 mencuci pakaian, serta untuk kebutuhan rumah tangga
5.5  Belum adanya disetiap rumah penduduk memiliki fasilitas
 WC/MCK
 6.1. Jumlah penduduk 1.424 KK : 425 Pria Orang 
       Wanita : 999 Orang
 7.1  Kasus penyakit yang pernah terjadi di Kelurahan Guguak
       Malalo Desa Duo Kota ialah :
-      Ispa
-      Diare
-      Gastritis
-      Scabies
-      Hypertensi
-      Rematik
-      Chikunya
 7.2. Penyebab kematian yang pernah ada di Desa Duo Koto ini
        adalah :
-      Stroke
-      Hypertensi
-      Jantung
-      Kecelakaan Lalu Lintas




KRITERIA SEKOLAH PRIORITAS
SEBAGAI TARGET PROGRAM PERTAMA / ICBRR DI SUMATERA BARAT
Kabupaten Tanah Datar
No
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 01
KECAMATAN BATIPUAH






















1.1.       Nama Sekolah : SMAN 01 Kecamatan Batipuah
1.2.   Alamat            : Jl Kubu Kerambil Kecamatan Batipuh
1.3.   Nama Kepala Sekolah : SAHRUL, S.Pd
1.4.   Jumlah Guru    : 55 orang
Wanita  : 43 orang
Pria       : 12 orang
1.5.   Jumlah Siswa : 523 orang
Wanita  : 383 orang
Pria       : 140 orang
1.6.   Kerawanan yang ada disekolah :
Gempa Bumi dan dampak dari Letusan Gunung Api
1.7.   Kejadian Besar yang pernah terjadi :
Gempa Bumi tahun 2004, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah.
Gempa Bumi tahun 2007, korban jiwa nihil kerusakan Ringan pada Sekolah.
1.8.       Sekolah mengetahui tentang kegiatan Palang Merah Remaja, karena salah satu siswa dari sekolah ini pernah diutus sebagai utusan PMR untuk kegiatan Jumbara.
1.9.   Sekolah sudah mempunyai Palang Merah Remaja.
1.10.Jumlah PMR :
Wanita  : 22 orang
Pria       : 8 orang






No
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI CONGKONG
KECAMATAN BATIPUAH


















1.1.       Nama Sekolah : SMPN CONGKONG Kecamatan Batipuah
1.2.   Alamat            : Simpang Congkong Kecamatan Batipuh
1.3.   Nama Kepala Sekolah : HAMIDI, S.Pd
1.4.   Jumlah Guru    : 45 orang
Wanita  : 33 orang
Pria       : 12 orang
1.5.   Jumlah Siswa  : 467 orang
Wanita  : 304 orang
Pria       :163 orang
1.6.   Kerawanan yang ada disekolah :
Gempa Bumi dan dampak dari Letusan Gunung Api
1.7.   Kejadian Besar yang pernah terjadi :
Gempa Bumi tahun 2004, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah.
Gempa Bumi tahun 2007, korban jiwa nihil kerusakan Berat pada Sekolah.
1.8.       Sekolah mengetahui tentang kegiatan Palang Merah Remaja.
1.9.   Sekolah belum mempunyai Palang Merah Remaja.


No
MADRASAH ALIYAH NEGERI SUMPUR
KECAMATAN BATIPUAH SELATAN




















1.1.       Nama Sekolah : MAN SUMPUR Kecamatan Batipuah Selatan
1.2.       Alamat            : Sumpur Malalo Kecamatan Batipuh Selatan
1.3.   Nama Kepala Sekolah : Drs. H. ANASRIL.
1.4.   Jumlah Guru    : 43 orang
Wanita  : 34 orang
Pria       :  9 orang
1.5.   Jumlah Siswa  : 163 orang
Wanita  : 129 orang
Pria       :  34 orang
1.6.   Kerawanan yang ada disekolah :
Gempa Bumi, Tanah Longsor dan Banjir Bandang.
1.7.   Kejadian Besar yang pernah terjadi :
Banjir Bandang tahun 2000, korban jiwa nihil kerusakan pada sekolah tidak ada.
Gempa Bumi tahun 2004, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah (tembok retak-retak).
Gempa Bumi tahun 2007, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah.
1.8.       Sekolah mengetahui tentang kegiatan Palang Merah Remaja, karena salah satu siswa dari sekolah ini pernah diutus sebagai utusan PMR untuk kegiatan Jumbara.
1.9.   Sekolah belum mempunyai Palang Merah Remaja.









No
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SATU ATAP
BAIANG MALALO KECAMATAN BATIPUAH SELATAN





















1.1.       Nama Sekolah : SMPN Satu Atap Kecamatan Batipuah Selatan
1.2.   Alamat            : Baiang Malalo Kecamatan Batipuh Selatan
1.3.   Nama Kepala Sekolah : KAMILI, S.Pd
1.4.   Jumlah Guru    : 15 orang
Wanita  : 12 orang
Pria       :  3 orang
1.5.   Jumlah Siswa  : 49 orang
Wanita  : 31 orang
Pria       : 18 orang
1.6.   Kerawanan yang ada disekolah :
Gempa Bumi, Tanah Longsor dan Banjir bandang
1.7.   Kejadian Besar yang pernah terjadi :
Banjir Bandang tahun 2000, korban jiwa nihil kerusakan tidak ada.
Gempa Bumi tahun 2004, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah (retak-retak).
Gempa Bumi tahun 2007, korban jiwa nihil kerusakan Berat pada Sekolah (2 Buah Lokal runtuh).
1.8.       Sekolah mengetahui tentang kegiatan Palang Merah Remaja, karena salah satu siswa dari sekolah ini pernah diutus sebagai utusan PMR untuk kegiatan Jumbara.
1.9.   Sekolah belum mempunyai Palang Merah Remaja.


No
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR



















1.1.       Nama Sekolah : STAIN Batusangkar kabupaten Tanah Datar
1.2.       Alamat            : Jl Jend Sudirman No. 157 Kubu Rajo Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar
1.3.   Nama Rektor : Prof. DR. HASAN ZAINI, SH
1.4.   Jumlah Dosen   : 124 orang
Wanita  : 52 orang
Pria       : 61 orang
1.5.   Jumlah Mahasiswa : 3121 orang
Wanita  : 1599 orang
Pria       : 1522 orang
1.6.   Kerawanan yang ada disekolah :
Gempa Bumi 
1.7.   Kejadian Besar yang pernah terjadi :
Gempa Bumi tahun 2007, korban jiwa nihil kerusakan ringan pada Sekolah (bangunan retak-retak).
1.8.       Sekolah mengetahui tentang kegiatan Korps Sukarela, karena dulu Korps Sukarela pernah ada dikampus kemudian tidak aktif lagi.
1.9.   Sekolah dulu mempunyai KSR.


















Intervensi Logis


PMI/ CRC Program Bersama PERTAMA / ICBRR P melalui Pengembangan Organisasi dan Peningkatan Kapasitas

Indikator

Alat verifikasi

Asumsi
Tujuan:

Masyarakat yang aman dan tanggap dengan berkurangnya resiko bencana termasuk adaptasi terhadap perubahan iklim


Pengurangan Akibat bencana (kematian, kepadatan penduduk dan kerugian ekonomi) termasuk resiko perubahan iklim dan lingkungan ditarget area program


Laporan kemajuan; buku pengawasan, evaluasi yang mandiri, laporan asesmen, pembelajaran asesmen, refleksi media



Bencana, politik, ekonomi dan situasi keamanan yang mendukung implementasi program dikomunitas target
Tujuan jangka pendek:


1.    Ketahanan masyarakat terhadap Ancaman dan resiko bencana termasuk lingkungan dan perubahan iklim) Meningkat








2.    Kapasitas Institutusional PMI meningkat dan sejalan dengan Mandat dan Prioritas Strategi












§  Tingkat  kemampuan komunitas untuk mengelola bencana

§  Jumlah sistem Peringatan Dini komunitas yang terhubung dengan sistem Pemerintah

§  Jumlah Rencana Kontigensi yang terintegrasi dengan Rencana Pemerintah



§  Jumlah dari target Provinsi/kabupaten yang mencapai 50% Karateristik Perhimpunan Nasional

§  Semua target provinsi/Kabupaten citranya meningkat dan dikenal oleh pihak terkait sesuai mandatnya yaitu sebaai salah satu organisasi kemanusiaan terkemuka


§  Semua target 03 provinsi dan Kabupaten serta Pusat meningkat Income (Pemasukan) di akhir periode proyek (dibandingkan berdasarkan studi baseline)





   Hasil KAPdan Kepala Keluarga/Baseline dan Survey Akhir

   HVCA/ PRA/ laporan asesmen resiko

   Laporan monitoring

   Rencana Pengurangan Resiko Sekolah dan Komunitas

Persetujuan Pemerintah Lokal dan Badan Pendidikan untuk Rencana Tahunan dan Prioritas Proyek Program PERTAMA-API/PRB Komunitas dan Sekolah
  Nota Kesepahaman dengan Komunitas, Pemerintah Lokal, Sekolah dan Badan Pendidikan


Laporan Tahunan, Laporan Kemajuan; evaluasi independen/laporan asesmen/ studi Dampak Asesmen , refleksi media


Laporan Tahunan, Laporan Kemajuan, Nota Kesepahaman dengan Pihak Terkait/ Mitra, Evaluasi indepenedent/Laporan Asesmen; Studi Dampak Asessmen, Rencana/Anggaran Pemerintah dan Pihak Terkait; Strategi Mobilisasi Sumber Daya; Rencana Pengembangan Bisnis.



  Komite PB dan Masyarakat termasuk masyarakat dan sekolah berkomitmen dan bersedia untuk mobilisasi

  Anggota masyarakat termasuk guru dan siswa baik  laki-laki dan perempuan, anak laki-laki, anak perempuan berpartisipasi dan menjadikannya prioritas

  Pemerintah Lokal mendukung inisiatif PERTAMA-API/PRB dan Otoritas Pendidikan setempat kepada Sekolah dan Universitas

  Kuatnya Peran Media/Inisiatif
  Priritas Strategi PMI, Kebijakan-kebijakan Utama/Panduan, Alat dan mekanisme yang sudah direview, dicoba dan dilaksanakan
  Daftar Berfungsi dengan Baik dan Kesiapsiagaan, dan Alat/mekanisme Monitoring dan Evaluasi yang partisipatif sudah terinregrasi kedalam sistem
Sistem Operasional Managemen yang sudah dicoba masuk dalam sistem termasuk pendelegasian kewenangan yang sesuai
Kepentingan Politik PMI dalam perubahan organisasi termasuk peningkatan kapasitas yang intensif, kemitraan bersama dan Pengembangan Citra Positif.




Hasil yang diharapkan

1.1  Tertingkatnya Kapasitas Operasional Komite Penanggulangan Bencana





1.2  Tertingkatnya kesadaran komunitas akan resiko yang relevan termasuk akibat perubahan Iklim











1.3  Tertingkatnya kapasitas komunitas untuk mengelola Kesiapsiagan Bencana dan Peringatan Dini/Aksi Dini








1.4  Tertingkatnya Prakstis-praktis komunitas untuk mengelola Kesiapsiagaan Bencana dan Peringatan Dini/Aksi Dini






1.5  Tertingkatnya koordinasi tentang inisiatif-inisiatif program PERTAMA oleh PMI, Komite PB dan Komunitas




§  % Review Positif Tanggap Bencana yang dilakukan oleh Komite PB  ( % = Jumlah Positif Review/ Jumlah Review)
§  Tingkat perubahan pengetahuan Komite PB akan peran dan tanggungjawab mereka

§  % komunitas yang dapat mengidentifikasi resiko lokal mereka(L/P) (%=jumlah Jawaban Positif/Jumlah orang yang disurvei)
§  % dari Siswa yang dapat mengidentifikasi resiko lokal mereka (L/P) (%=Jumlah Jawaban Positif/Jumlah murid yang disurvei)
§  Tingkat pengetahuan KSR terhadap pelatihan PRB
§  Tingkat pengetahuan SIBAT terhadap pelatihan PRB

§  % Komunitas yang dapat mengidentifikasi Peringatan Dini dan Aksi-aksi Tanggap (L/P)
§  Tingkat manajemen Komunitas terhadap Pengadaan Sumber Daya

§  % review positif terhadap Hari-hari Aksi PRB (L/P)




§  Jumlah Rencana Aksi Komunitas yang lengkap yang mengalamatkan resiko-resiko yang teridentifikasi
§  % komunitas yang mereferensikan Pesan-pesan KIE
§  Adanya Kesesuaian Pesan-pesan KIE



§  Jumlah keterhubungan lokal antara komunitas dan pihak terkait
§  % sumber daya tehnis dan keuangan yang disediakan oleh pemerintah Lokal dan Pihak-pihak terkait
§  Adanya kepemilikan program PERTAMA-API dari Pihak-pihak terkait







Nota Kesepahaman dengan komunitas, Sekolah dan SKPD: KAPS/Data Baseline, Laporan Monitoring




Laporan Monitoring;KAPS dan Analisa HVCA: Modul/Kurikulum Pelatihan PERTAMA-API, Kurikulum Extra Sekolah, Material KIE, Kurikulum TOT, Catatan pertemuan-pertemuan periodik










Rencana Kontigensi/SOP, Simulsi, latihan, Laporan dokumentasi, Laporan Media, laporan Monitoring










Data Mid-Term dan Akhir Program KAPS/End line: Laporan HVCA/Peta Resiko;Laporan Monitoring, laporan Media







Rencana Tahunan PRB-API Pemerintah Lokal, Catatan Pertemuan Koordinasi, laporan Program/Laporan Dampak Proyek, laporan Media


   Strategi Program dan Konsep diterima oleh Pemerintah dan Komunitas termasuk sekolah

  Adanya komitmen Politik pemerintah dan bertujuan untuk berpartisipasi dalam Program

  Komitmen dan Sumber Daya ada diberbagai tingkatan/level

  Kepentinagn Politik dan Situasi Keamanan membolehkan program dilaksanakan

  Pemuka komunitas/SIBAT termasuk otoritas sekolah/guru tertunjuk berkomitmen dan berkeinginan untuk memberikan waktu dalam desiminasi/kesadaran/Aksi/Advokasi program PERTAMA-API

  Jumlah Komite PB di target komunitas dan sekolah memiliki kemampuan untuk melakukan surveu HVCA dan KAPS

   PMI/ Palang Merah Kanada komunitas dan Sekolah dukungan berkomitmen dan berkeinginan untuk menginisiasi program/rencana PERTAMA-API( atau setidaknya kunci-kunci utama komponan) supaya terinterasi/termasuk dalam dalam rencana tahunan pemerintah setempat dan otoritas pendidikan
Hasil yang diharapkan

2.1  Terkuatnya mekanisme kepengurusan dan organisasi di 03 target Provinsi dan 09 Kabupaten/Kota dan 23 Kabupaten/Kota lainnya










2.2  Tertingkatnya kapasitas manajemen dan struktur professional ditarget PMI Pusat, 03 Provinsi dan 09 Kabupaten/Kota







2.3  Manajemen sistem PMR dan Relawan yang beroperasi dengan baik di 03 target Provinsi, 09 Kabupaten/Kota dan Pusat








2.4  Inisiatif Mobilisasi Sumber Daya yang berkelanjutan di 03 target Provinsi,09 Kabupaten dan Pusat











2.5  Menguatnya Kapasitas Respon dan Kesiapsiagaan Bencana di Provinsi dan Kabupaten/Kota







2.6  Menguatnya kapasitan PMI dalam pelaksanaan program PERTAMA/PRB yang berkelanjutan







2.7  Tertingkatnya Pencitraan Umum PMI





·         % Pengetahuan anggota Pengurus tentang peran dan tanggungjawab terutama dalam OD dan Peningkatan Kapasitas meningkat dalam tes post pelatihan
·         % anggota Pengurus yang memimpin rapat-rapat perencanaa
·         Jumlah anggota PMI(Anggota kepengurusan dan manajemen) di target provinsi/kebupaten yang terlibat intensif di inisiatif-inisiatif pengembangan Kabupaten/Kota

·         Jumlah karyawan yang mencapai tujuan rencana kerja kuartal
·         Jumlah anggota karyawan yang direkrut melalui proses pemilihan berdasarkan kompetensi
·         Audit keuangan Provinsi yang positif



§  Kebijakan manajemen dan peraturan PMR dan Relawan yang 100% terdesiminasi kesemua level
§  % partisipasi PMR dan Relawan dalam program (dibandingkan dengan data Baseline)
§  Jumlah Provinsi/Kabupaten berdasarkan pemasukan laporan lengkap melalui database PMR & Relawan




§  Jumlah income/pemasukan baru disemua target provinsi/kabupaten dan Pusat
§  Jumlah target provinsi/kabupaten yang mempunyai setidaknya satu kegiatan mobilisasi sumber daya yang berkelanjutan
§ % gaji karyawan inti yang pembiayaannya diambil alih oleh target provinsi/kabupaten dan Pusat




§ Tingkat Perubahan Perhimpunan Nasional yang berfungsi dengan baik
§ Tingkat advokasi peran PMI dalam Rencana Lokal PB
§ Jumlah Kabupaten yang mengimplementasikan Peraturan PB PMI



·         Jumlah alat PERTAMA yang dikembangkan
·         Jumlah kemitraan PMI Pusat PB/PRB yang aktif
·         % karyawan yang mempunyai pengetahuan alat-alat PRB





§  Jumlah kunjungan ke Website PMI
§  Jumlah Media yang meliput kegiatan-kegiatan provinsi/kabupaten-kota
§  Jumlah relawan dan anggota PMI yang baru


Laporan pelatihan/orientasi Pemerintah, Kebijakan/Peraturan/SOP; Rencana Oprasional Tahunan, catatan pertemuan. Laporan Bulanan











Data baseline; rencana Operasional Tahunan, Rencana Pengembangan Provinsi/Kabupaten, Laporan Pelatihan/Lokakarya, kontrak karyawan, laporan keuanagan yang akuntabel, laporan Bulanan.






Laporan Lokakarya Manajemen PMR dan Relawan, database operasional












Kebijakan/SOP/peraturan/manual; Rencana Bisnis, laporan Analisa pasar, Nota Kesepahaman dengan Pihak Terkait/Klien; Laporan Implementasi Proyek, laporan Monitoring Bulanan.











Rencana Kontigensi PMI?SOP? Daftar Perhimpunan Nasional yang berfungsi dengan Baik; Laporan Pelatihan/Lokakarya/Simulasi/Latihan dan Nota Kesepahaman, Rencana Tanggap Pemerintah Setempat serta Anggaran, Laporan Monitoring, Laporan Media, catatan Pertemuan



Nota Kesepahaman kemitraan, Manajemen Pengarah dan PokJa-TOR/SOP/Guidelines: catatan pertemuan Manajemen Pengarah dan PoKJa. Modul/kurikulum pelatihan, laporan audit/evaluasi, laporan periodik perencanaan operasional tahunan provinsi/kabupaten



Peraturan/SOP;material KIE/Publikasi, laporan pelatihan, Website/laporan media


Pengurus/manajemen/karyawan/relawan/anggota PMI (Pusat/provinsi/kabupaten) termotivasi dan komitmen ke Program

  MayoritasPengurus/anggota pengurus disemua target tingkatan (Provinsi/kbupaten dan Pusat) mendukung secara aktif proses OD dan inisiatif CB yang intensif

  Lingkungan,politkdan situasi ekonomi yang nyaman

  Kepentinagn Politik dan Situasi Keamanan membolehkan program dilaksanakanHubungan antara PMI dan Mitra luar/Pihak terkait/Klien

terutama Pemerintah Lokal, Pihak Swasta dan Media dan Swasta

  Kemampuan PMI untuk menjaga keberlanjutan sumber daya

Aktifitas – Tujuan jangka Pendek 1: Ketahanan Masyarakat terhadap Ancaman dan Resiko Bencana termasuk lingkungan dan perubahan iklim) Meningkat

Kegiatan untuk Hasil 1.1- Tertingkatnya kapasitas terhadap ancaman dan resiko bencana termasuk lingkungan dan perubahan iklim meningkat

1.1.1      Melakukan pemilihan komunitas berdasarkan kriteria kerentanan
1.1.2      Melaksanakan Pengenalan program ke komunitas target
1.1.3      Mengaktifkan Komite PB di target komunitas dan sekolah
1.1.4      Membuat Nota kesepahaman dengan Komite PB
1.1.5      Melakukan pemilihan sekolah berdasarkan kriteria kerentanan
1.1.6      Melakukan orientasi program ke target sekolah
1.1.7      Membuat Nota Kesepahaman dengan sekolah yang dipilih

Kegiatan untuk Hasil 1.2- Tertingkatnya kesadaran komunitas akan resiko yang relevan termasuk akibat perubahan iklim

1.2.1   Melakukan perekrutan KSR
1.2.2   Melakukan pelatihan Dasar untuk KSR
1.2.3   Melakukan penyeleksiaan guru sekolah untuk program PERTAMA
1.2.4   Melakukan penyeleksiaan PMI ditarget sekolah
1.2.5   Melakukan pelatihan pelatih untuk Guru dan KSR
1.2.6   Memobilisasi komite PB untuk melakukan perekrutan dan penyeleksian SIBAT
1.2.7   Melaksanakan pelatihan Dasar PERTAMA untuk SIBAT
1.2.8   Melaksanakan pelatihan berbasis kapasitas lokal untuk SIBAT
1.2.9   Melakukan Baseline/Survei KAPS
1.2.10 Melakukan HVCA

Kegiatan untuk Hasil 1.3 – Tertingkatnya kapasitas komunitas untuk mengelola kesiapsiagaan Bencana dan Peringatan Dini/Aksi Dini

1.3.1   Membuat Rencana Kontigensi Komunitas
1.3.2   Membuat Perencanaan Kontigensi Sekolah (berhubungan dengan Rencana Kontigensi Komunitas)
1.3.3   Melakukan pelatihan CBHFA untuk SIBAT dan KSR
1.3.4   Melakukan Pengadaan untuk Peralatan Dasar Respon untuk SIBAT
1.3.5   Melakukan Pengadaan peralatan Peringatan dini untuk Komunitas
1.3.6   Melakukan pengadaan untuk Peralatan Respon sekolah
1.3.7   Melakukan pelatihan Peringatan Dini untuk SIBAT dan Guru Sekolah
1.3.8   Implementasi hari-hari Aksi Komunitas (PRB-API)

Kegiatan untuk Hasil 1.4 – Tertingkatnya praktik-praktik komunitas tentang ukuran PRB (Pengurangan Resiko Bencana)

1.4.1   Melakukan orientasi Pengembangan Rencana Aksi Komunitas (PRB-API) untuk Komite PB dan SIBAT
1.4.2   Memfasilitasi Komite PB dan SIBAT untuk memformulasi Rencana Aksi Komunitas (PRB-API) termasuk HVCA terbaru
1.4.3   Mendukung Pelaksanaan Rencana Aksi Komunitas(PRB-API)
1.4.4   Implementasi kampanya KIE

Kegiatan untuk Hasil 1.5 – Teringkatnya koordinasi tentang inisiatif-inisiatif program PERTAMA oleh PMI, Komite PB and Komunitas

1.5.1      Pertemuan koordinasi antara PMI/Komite PB/ SIBAT
1.5.2      Pertemuan koordinasi antara Komite PB dan SIBAT
1.5.3      Pertemuan advokasi antara Pemerintah Lokal dan Komite PB/SIBAT
1.5.4      Melakukan kajian akhir KAPS di sekolah
1.5.5      Melakukan kajian akhir KAPS di komunitas
1.5.6      Desiminasi material


Aktifitas – Tujuan Jangka Pendek 2:  Kapasitas Institutusional PMI meningkat dan sejalan dengan Mandat dan Prioritas Strategi

Kegiatan untuk Hasil 2.1 – Terkuat mekanisme kepengurusan dan organisasi ditarget 03 provinsi dan 09 kabupaten/kota dan 23 kabupaten/kota lainnya

2.1.1     Melakukan Lokakarya Start Up Nasional
2.1.2     Melakukan lokakarya pengenalan program termasuk anggaran ke provinsi dan kabupaten
2.1.3     Finalisasi pemilihan target Kabupaten
2.1.4     Melakukan pelatihan Tata Laksana Organisasi (termasuk orientasi budaya Perhimpunan Nasional yang berfungsi dengan baik dan OD/Peningkatan Kapasitas    yang intensif )untuk target provinsi dan kabupaten
2.1.5    Melakukan pelatihan Kepemimpinan untuk pengurus target provinsi dan kabupaten
2.1.6    Finalisasi kebijakan organisasi dan peraturan PMI
2.1.7    Mendukung pengembangan database organisasi

2.1.8    Mendukung Rapat kerja Peraturan Organisasi
2.1.9    Mendukung Lokakarya Awal Monitoring dan Evaluasi
2.1.10  Mendukung Lokakarya Finalisasi Monitoring dan Evaluasi
2.1.11  Mendukung Pencetakan dan distribusi Peraturan Organisasi
2.1.12  Mendukung Pertemuan MuKerNas

Kegiatan untuk Hasil 2.2 – Tertingkatnya Kapasitas Manajemen dengan Struktur Professional di target PMI Pusat, 03 provinsi dan 09 Kabupaten/Kota

2.2.1   Mengaktifkan/membuat Komite Pengarah Manajemen dan Komite PokJa disemua tingkatan
2.2.2   Melakukan pelatihan Manajemen Kantor untuk Kepala Markas
2.2.3   Mendukung proses perekrutan karyawan program
2.2.4   Melakukan pelatihan Manajemen program  (PPP + MONEV) untuk karyawan Inti
2.2.5   Melakukan pelatihan Manajemen Keuangan dan sosialisasi peraturan standar keuangan PMI
2.2.6   Melakukan pelatihan Pengembangan Keahlian dan Pelatihan On-Job untuk karyawan Inti program
2.2.7   Mendukung Pelatihan Manajemen Pelatihan PMI
2.2.8   Mendukung pencetakan Manual Pelatihan PMI
2.2.9   Mendukung Pertemuan Komite OD
2.2.10  Aktivasi Pengembangan Kabupaten/Peningkatan kapasitas tim yang intensif 

Kegiatan untuk Hasil 2.3 – Manajemen sistem PMR dan Relawan yang beroperasi dengan baik ditarget 03 provinsi,09 kabupaten kota dan Pusat

2.3.1   Melakukan lokakarya/pelatihan Managemen PMR & Relawan
2.3.2  Facilitate Youth & Volunteer management database system  training and software installation
2.3.3  Support Youth & Volunteer Recruitment drive process for target branches             
2.3.4  Melakukan Pelatihan Pertolongan Pertama Komersial
2.3.5  Mendukung kegiatan/peristiwa periodik PMR dan Relawan
2.3.6  Mendukung Jumpa Bhakti Gembira PMR-sekali dalam 4 tahun
2.3.7  Mendukung Pertemuan Tahunan Relawan

Kegiatan untuk Hasil 2.4 – Inisiatif Mobilisasi Sumber Daya yang berkelanjutan ditarget 03 provinsi, 09 kabupaten/kota dan Pusat


2.4.1  Mendukung Lokakarya Review dan Finalisasi Peraturan Organisasi Pengembangan Sumber Daya ditingkat Nasional
2.4.2  Mendukung pencetakan/publikasi dan proses sosialisasi manual peraturan pengembangan Sumber Daya
2.4.3  Melakukan lokakarya Skill Share Mobilisasi Sumber Daya
2.4.4  Melakukan Lokakarya strategi mobilisasi Sumber Daya dan Implementasi Perencanaan termasuk Monitoring dan Evaluasi
2.4.5  Memfasilitasi Pembelajaran Praktis Mobilisasi Sumber Daya melalui kunjungan pertukaran
2.4.6  Mendukung Pengembangan Rencana Bisnis untuk target Provinsi and Kabupaten/Kota
2.4.7  Skema Komersial Mobilisasi Sumber Daya Provinsi/ Pusat Pelatihan
2.4.8  Fasilitasi Pelatihan spesifik untuk Manajemen Mobilisasi Sumber Daya
2.4.9  Mendukung Proses Pengembangan Nota Kesepahaman kemitraan dengan kelompok pengusaha/agen komersial

Kegiatan untuk Hasil 2.5 – Menguatnya kapasitas Respond dan Kesiapsiagaan Bencana diprovince dan kabupaten/kota

2.5.1     Mendukung pertemuan Strategi Kelompok Kerja Manajemen
2.5.2     Melakukan pelatihan TOT Refresher untuk karyawan Inti PB
2.5.3     Melakukan Pelatihan  SATGANA
2.5.4     Mendukung proses pengembangan rencana kontigensi Provinsi dan Kabupaten
2.5.5     Melakukan pelatihan Managemen Kedaruratan untuk Pengurus dan karyawan Inti
2.5.6     Melakukan  Kajian Kerusakan dan Analisa Kebutuhan (DANA)
2.5.7      Melakukan Lokakarya Relief ke Pemulihan
2.5.8     Fasilitasi pendistribusian peralatan SATGANA
2.5.9     Pengadaan Sistem Radio Komunikasi Kedaruratan
2.5.10   Nota kesepahaman dengan Pihak Terkait untuk Response/Kesiapsiagaan
2.5.11   Mendukung Tanggap Darurat/Simulasi Kesiapsiagaan

Kegiatan untuk Hasil 2.6 – Menguatnya Kapasitas PMI dalam pelaksanaan program PERTAMA/PRB yang berkelanjutan

2.6.1     Mendukung proses penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pihak Terkait PRB-API
2.6.2     Melakukan Pelatihan Pelatih untuk PERTAMA-API
2.6.3     Melaksanakan kursus pelatihan spesialisasi PERTAMA-API
2.6.4     Melaksanakan Lokakarya/Seminar Menciptakan Lingkungan Aman (CSE) dan Komunitas yang Aman
2.6.5     Melaksanakan Pelatihan Peringatan Dini Berbasis Masyarakat /CBEW
2.6.6     Mendukung produksi dan distribusi  materi KIE yang sudah direvis
2.6.7     Mendukung pertemuan advokasi PERTAMA-API
2.6.8     Pertemuan berkala Program Manajemen dan Kelompok Kerja PERTAMA-API/PRB termasuk review lanjutan dan monitoring
2.6.9     Melakukan review tahunan proyek
2.6.10   Mendukung Pembagian Proporsi inisitif peningkatan kapasitas antara Pusat dan Provinsi
2.6.11   Menudukung Monitoring dan Evaluasi Provinsi


Kegiatan untuk Hasil 2.7 -  Tertingkatnya Pencitraan Publik PMI

2.7.1    Mendukung upgrade Domain Utama PMI dan Website termasuk pelatihan tehnis untuk Pemeliharaan
2.7.2    Melakukan pelatihan Teknis untuk Pengembangan Website termasuk pemeliharaan
2.7.3    Melakukan pelatihan Spesialisasi Komunikasi, Media dan Berbagi Informasi
2.7.4    Mendukung produksi Buletin  3 Bulanan SUARA PMI
2.7.5    Mendukung Pertemuan Koordinasi/Advokasi Rapat Kerja Musyawarah Rencana Pembangunan
2.7.6    Mendukung Pertemuan Koordinasi dengan Gubernur
2.7.7    Memfasilitasi program monitoring yang intensif, Evaluasi Proyek dan Audit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar